![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||
| Lihat Semua MEDIA | |||||||||||||||
| Mengembangkan Bakat Anak dalam Bermusik Kompas, Senin, 4 September 2006 Ekstrakurikuler YOGYAKARTA, KOMPAS - Kegiatan seni perlu dikembangkan di luar pendidikan formal. Kurikulum pendidikan formal belum tentu mewadahi keinginan anak untuk mengetahui dan mengembangkan bakat musik sehingga diperlukan ruang lain seperti pendidikan ekstrakurikuler atau kelompok musik anak. Kepala SD Percobaan 2 Slamet Riyadi, Sabtu (2/9), di sela-sela konser apresiasi dari kelompok musik anak dan remaja Amari Jogja mengatakan pelajaran seni musik dalam pendidikan formal hanya diikutsertakan dalam pelajaran keterampilan dan kesenian (KTK). Karena itu, guru yang mengajar juga mempunyai keterbatasan karena tidak hanya mendalami tentang musik. "Keterampilan anak untuk berkesenian lebih banyak terbentuk dalam kegiatan di luar jam pelajaran sekolah- seperti pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kstrakurikuler memungkinkan anak untuk memperdalam seni musik" ujar Slamet. Di luar jam pelajaran, minat anak-anak terhadap seni musik tergolong tinggi. Slamet mengatakan ekstrakurikuler biola yang baru setahun diadakan di sekolah ini langsung diminati oleh siswa. Setidaknya, 47 anak bergabung dalam kegiatan ini pada tahun ajaran 2005/2006 kemarin. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah pada tahun ajaran berikutnya. Di samping itu, grup band anak yang dibentuk di sekolah ini juga diminati anal. Sifat kegiatan musik dalam kegiatan ekstrakurikuler di SD sebatas mengenalkan alat musik kepada anak. Ketika anak mulai menguasai permainan alat musik tersebut, ia sudah lulus SD dan melanjutkan ke jenjang SLTP. Fafan Isfandiar dari Amari Jogja mengatakan, konser yang digelar Amari Jogja ini merupakan salah satu bentuk apresiasi musik kepada anak SD. Konser ini diharapkan menumbuhkan minat anak untuk belajar tentang musik, tanpa harus menjadi pemusik.
"Ternyata ketertarikan untuk mendalami musik itu berawal dari pengalaman mereka menyaksikan pertunjukan musik. Konser ini hendak memberikan kesempatan bagi anak untuk menyaksikan langsung sebuah konser musik," ucap Fafan. Untuk tingkat SD, konser apresiasi musik semacam ini menjadi sebuah pengenalan anak terhadap alat musik, cara penggunaan alat musik, dan ragam lagu. (ART) Kembali ke Halaman Awal | Lihat Semua BERITA DI MEDIA |
|||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
![]() |
Copyright©2006 AMARI JOGJA | |||||||||||||